Advertisement

Senda Gurau Merajut Kekeluargaan IKAMARO


            Jauh dari kampung halaman tidak menyurutkan semangat kedaerahan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim asal Bojonegoro, khusunya yang terhimpun dalam Ikatan Mahasiswa Bojonegoro. Mengakhiri pekan ujian tengah semester ganjil ini, pengurus Ikamaro mengadakan kegiatan Ta'aruf outdoor (Makrab) yang menjadi titik awal regenerasi anggota Ikamaro. Tak hanya itu kegiatan ini juga menjadi ajang silaturrahmi para pengurus dengan demisioner.
            Telah menjadi kegiatan rutin tahunan, Ta'aruf outdoor (makrab) menjadi kegiatan paling ditunggu-tunggu oleh anggota, pengurus maupun demisioner. Kegiatan Ta'aruf outdoor  tahun 2019 ini, berlangsung di pantai Goa Cina yang terletak di kecematan Sumbermanjing Kabupaten Malang. Meski jaraknya sangat jauh dari kampus, perjalanan menuju ditempuh dengan suka cita oleh pengurus dan mahasiswa baru yang bersama-masa mengendarai truk. Kurang lebih 3 jam dilalaui dengan canda tawa dan bernyanyi bersama diiringi irama petikan gitar dulur Dimas.
            Menginjak pantai yang menjadi tujuan perjalan kami, dengan sigap pengurus dan anggota baru bergotong-royong mendirikan tenda untuk bermalam. Tidak lama tenda telah berdiri kokoh dan siap menjadi tempat berteduh dan melindungi kami dari dinginnya terpaan angin malam. Sore harinya langit abu-abu bergelayut menyelimuti birunya lautan Goa Cina hari itu. Kegiatan sempat tertunda karena hujan turun teramat deras. Forum acara yang telah sempat disiapkan terpaksa dibubarkan karena khawatir merusak peralatan acara yang dibawa.
            Tepat sehabis Isya’ forum disiapkan kembali untuk pembukaan acara, dan acara resmi dibuka oleh dulur Tofa Syaifudin (wakil ketua umum  Ikamaro periode 2019-2020).  Setelah itu dulur-dulur ikamaro diminta untuk melingkar dalam satu barisan untuk perkenalan. Antusiasme dulur-dulur maba kali itu membuat pengurus bersemangat menyiapkan acara. Tidak pusing karena sambil menunggu pemateri kita dulur Iqbal (angkatan 2015) yang diminta menyampaikan materi analisis diri terjebak hujan di perjalanan, pengurus mengalihkan acara dengan pentas seni yang dibuat dadakan. Pentas seni berlangsung seru, diisi dengan penampilan flash mob, puisi beratai dan paduan suara yang ditampilkan dulur-dulur mahasiswa baru.
            Rampung dengan acara pentas seni, dulur-dulur langsung menyambung acara dengan sesi materi. Materi yang disampaikan malam itu hanya satu saja, yaitu materi analisis diri. Dengan diberikannya materi analisis diri ini, besar harapan pengurus untuk mengenal karakteristik mahasiswa baru, dan outputnya bagi maba sendiri adalah dapat memanfaatkan kelebihan dari kesempatan, serta meminimalisir kekurangan dari ancaman setelah memahami potensi dirinya masing-masing.
            Tuntas dengan materi analisis diri, maba dipersilahkan untuk istirahat di tenda. Dini harinya sekitar jam 02.00 wib, mereka dibangunkan untuk jalan-jalan malam. Panitia membagi pengurus dan demisioner yang hadir dalam empat pos yang masing-masing punya peran tersendiri. Pos pertama memegang peran penyegaran materi yang telah didapat, pos kedua berperan sebagai penguji keseriusan maba menerima materi, pos ketiga mengambil peran stressing dan di pos terakhir mereka disuguhi sedikit motivasi. Jalan-jalan malam berakhir menjelang subuh dan dilanjutkan dengan sholat shubuh dan senam pagi bersama-sama. Acara disambung dengan games ringan yang telah dipersiapkan sie acara.
            Matahari pagi yang kala itu belum terlalu menyengat dimanfaatkan sie acara untuk melaksanakan game di tepian pantai. Game berkelompok yang menuntut kekompakan tim kala itu terbilang ricuh akibat antusias maba dan pengurus yang berlebihan. Akhirnya game disudahi dan dilanjutkan dengan bermain-main dengan dinginnya air laut yang kala itu sedang surut. Kami sangat asyik bermain main dengan ombak yang berdebur ringan, berenang-renang dan mengambil swafoto untuk dikenang. Hingga matahari telah terlampau tinggi dan panasnya menyengat kulit. Kami menepi dan membersihkan diri untuk bersiap sarapan dan pemilihan ketua angkatan 2019.
            Sekitar jam 10 setalah membersihkan diri, kami berkumpul di forum untuk pemilihan ketua angkatan. Ketum Yosi memberi gambaran peran ketua angakatan dan tanggung jawabnya sebelum voting dilakukan. Voting berlangsung dengan damai dan suara terbanyak diperoleh dulur Haidar dan dulur Lia, mereka berdua resmi menjadi ketua angkatan 2019.  Tiba dipenghujung acara, kami mengakhiri dengan sarapan bersama dan bergotong-royong membokar tenda. Truk dipersiapkan untuk menempuh perjalanan panjang oleh pak sopir dan kami tiba di kampus sekitar pukul 3 sore. Kami kembali ketempat tinggal masing masing dengan perasaan bahagia dan kenang-kenangan lucu yang terjadi di dalam truk, di pantai, di tenda dan dimanapun tempat yang kami singgahi.(na)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar