Advertisement

sejuta potensi bendungan gerak bojonegoro



Bendungan merupakan bangunan yang sudah ada di indonesia sejak zaman hindu, pada zaman itu telah dilakukan usaha pembangunan berbagai sarana dan prasarana irigasi secara sederhana, hal ini dapat kita saksikan peninggalan sarana prasarana tersebut terdapat diberbagai tempat, pembangunan irigasi sendiri pada waktu itu pembangunannya menyesuaikan denga kebutuhan dan di bangun secara sederhana yaitu dengan menumpuk batu atau cerucuk yang di isi sebagai bahan bendungan, seiring dengan berjalannya waktu irigasi berkembang hingga memasuki periode kolonialisme, pada masa itu bangunan bisa di katakan sedikit agak maju,, di tandai dengan di datangkannya para pekerja teknik dari belanda untuk mengatur pola pertanian dan industrialisasi agar dapat menguntungkan pihak belanda, bendungan pada waktu itu di bangun dari uuran yang keci hingga ukuran yang besar.
Pemilihan lokasi untuk pembangunan bendungan sendiri di lihat dari beberapa aspek aspek tertentu di antaranya:
1. Keadaan topografi dari rencana daerah yang akan diairi 2. Kondisi topografi dari lokasi bendung: dalam hal ini harus mempertimbangkan beberapa aspek. 3. Kondisi hidraulik dan morfologi sungai di lokasi bendung: termasuk angkutan sedimennya adalah factor yang harus dipertimbangkanpula dalam pemilihan lokasi bendung 4. Kondisi tanah pondasi;bendung haruslah ditempatkan pada lokasi dimana tanah fundasinya cukup baik sehingga bangunan akan stabil dari beban geser dan ambles. 5. Biaya pelaksanaan;beberapa alternatif lokasi haruslah dipertimbangkan yang selanjutnya biaya pelaksanaan dapat ditentukan dan cara pelaksanaannya, peralatan dan tenaga. Biasanya biaya pelaksanaannya ditentukan berdasarkan pertimbangan terakhir. Dari beberapa alternative lokasi ditinjau pula dari segi biaya yang paling murah dan pelaksanaan yang tidak terlalu sulit. 6. Factor factor lain; yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi bendung lainnya adalah penggunaan lahan disekitar bendung, kemungkinan pengembangan daerah disekitar bendung, perubahan daerah morfologi daerah genangan sungai yang tak terlalu luas dan ketinggian tanggul banjir
Bendugan, umumnya yang kita ketahui berfugsi sebagai penampung air , irigasi persawahan , pembangkit listrik , tetapi kini bendungan tidak lagi berfungsi sekedar itu saja melainkan bisa dikembangkan sebagai objek wisata.
Salah satu bendungan yang cukup besar sekaligus menjadi objek wisata adalah bendungan gerak di bojonegoro jawa timur , bendungan ini membelah sungai bengawan solo tepatnya di desa ngringinrejo, kecamatan kalitidu dan keamatan trucuk kabupaten bojonegoro , jawa timur
Bendungan ini dalam pembangunannya menghabiskan dana Rp 351 miliar di ambbil dari Japan International Corporation Agency (JICA) itu memiliki multifungsi di antaranya sebagai  pengendali banjir, irigasi, penyedia air baku bagi industri dan rumah tangga juga dicanangkan sebagai salah destinas wisata bagi Kabupaten Bojonegoro .
Keberadaan bendungan ini disamping sebagai penyedia air baku untuk rumah tangga, persawahan juga untuk menjaga kerusakan ekosistem sungai bengawan solo supaya tidak meluas ketika datangnya banjir menerjang juga sebagai bentuk tata kelola air di jawa timur
Selain manfaat tersebut  terdapat manfaat lain dari adanya bendungan tersebut seperti halnya untuk kebutuhan sektor industri ,jembata n penghubung antar  desa padang dengan desa ngringinrejo ,di sektor pertanian bendungan ini mampu mengairi lahan pertanian seluas 6.400-9.000 hektare, tersebar di  delapan kecamatan yang ada di bojonegoro barat.
Bendungan gerak ini memiliki kapasitas tampungan sepanjamh 50 kilometer mampu menampung debit air mencapai  13 juta kubik dengan debit air mencapai 5.850 liter per detik.
Dengan di bangunnya bendungan ini petani yang ada di bantaran sungai bengawan solo, terkhusus di bagian hulu bedungan akan meningkat prduktivitasnya ,yang sebelumnya hanya bisa melakukan dua kali tanam dalam setahun dengan adannya bedungan bertambah menjadi 3 kali,dulunya 21 hektar  lahan pertanian padi di bojonegoro bagian barat mengandalkan pompanisasi karena wilayah  itu tidak mampu mencukupi pengairan dalam dua kali masa penanaman,maka sawah dengan pompanisasi menjadi 600 hektar, bendungan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman kolonial belanda, namun karena pemerintahan pada masa itu mengalami kebangkkrutan, pembangunan bendungan gerak ini diurungkan utuk dibangun .
Di waku sore menjelang senja , akhi pekan, dan liburan yang panjang masyarakat di sekitar bendungan maupun masyarakat luar kota banyak mengunjungi bendungan itu, apabila air tidk terlalu banyak wisatawan bisa duduk di bawah bendungan dengan menikmati kopi sambil cimilan serta menikamati senja di  bendungan gerak yang cukup indah.
Sejak dibangunnya bendungan ini masyarakat banyak mencoba peruntunan dengan mendirikan warung berjualan aneka makanan dan minuman.sehingga para wisatawan bisa menyatap berbagai makanan dari makanan berat sampai makanan ringan sambil menikmati keindahan sungai bengawan solo.
Lokasi ini kerap juga terdapat  banyak  warga setempat yang menjala dan memancing ikan, sehingga lokasi ini sangat recomendet bagi wisatwan yang gemar  memancing,pemkab bojonegro telah menjadikan lokasi beendungan ini sebagai salah satu destinasi wisata selain agro blimbing yang terletak masih dalam satu desa dengan bendungan gerak ini, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan untuk menarik wisatawan dari luar , diantaraya festival menangkap bebek dan festival bengawan solo,terkait dengan banyaknya agenda kegiatan yang diakukan di  bendungan gerak ini menjadikan bendungan gerak ini semakin dikenal oleh wisatwan ,bila pengelolaan kegiatan ini di kelola dengan baik dan menjadi rutinan akan semakin mendukung datangnya wisatawan, bukan saja wisatawan dari dalam kota bahkan wisatwan dari luar kota bojoneoro
Untuk menjaga kedatangan wisatawan agar tidak bosan, harus ada inovasi baru yang menjadikan tempat ini semakin menarik dikarenakan inovasi inovasi ini penting untuk memikirkan sesuatu hal yang baru dan inovatif dalam hal pengembangan wisata wisata yang ada di bojonegoro.
Letaknya bendungan  yang  satu lokasi dengan letak agro wisata blimbing, menjadikan potensi wisata bendungan gerak semakin menjanjikan bila digarap dengan baik karena bisa menjadi satu paket wisata, denga pengelolaan wisata yang baik akan menumbuhkan ekonomi yang baik pula mengingat sektor pariwisata ini dalam investasinya tidak banyak mengeluarkan uang, selain itu pengembangan bendungan tidak hanya untuk kegiatan wisata, tetepai bisa di kembangkan untuk budidaya ikan yang di kelola warga sekitar,selain memanfaatkan tampungan air bendungan terdapat kelebihan lain yaitu bayak pakan alami untuk ikan yang dibudidaya karena bisa di bilang sebagai tambak alami,untuk menajeman pengelolaan pemerintah dapat mendampingi pemerintah desa agar memberikan pelatihan manajeman pengelolaan tambak di sungai bengawan solo, dalam hal ini pemerintah sebagai pemangku kebiijakan juga  bisa bekerja sama dengan berbagai pihak yang terkait dengan pemanfaatan bendungan gerak untuk sektor yang produktif, sebagai pemangku kebijakan pemerintah harus menyadari potensi besar yang ada dan  pentingnya pengembangan pengemangan agar tetap menjaga tempat tempat pariwisata, tidak hanya menetapkan sebagai kawasan wisata tetapi menjaga juga bagaimana kawasan kawasan wisata ini tetap eksis di kalangan masyarakat bojonegoro atupun luar bojonegoro sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar