Advertisement

Nyantri Sampek Rabi Ngabdi Sampek Mati, bersama IKAMARO Matoh



    IKAMARO kembali membuat suasana kampus bersinar. Membuat hal – hal seperti itu adalah kebiasaan rutin yang dilaksanakan organisasi tersebut. Eksistensi adalah tujuan awal mengapa kami selalu mengadakan kegiatan di dalam kampus. Bergerak di dunia maya mungkin sudah sering dilakukan oleh beberapa kalangan, namun apakah apa yang dikatakan itu sesuai dengan apa yang dikerjakan. Nah, hal itu juga merupakan alasan kami melaksanakan dengan bentuk aksi langsung di lapangan. Kami mencoba mengubah mindset  seseorang yang beranggapan hanya aktif di dunia maya, tapi minim melakukan kegiatan di luar ruangan.

Demisioner IKAMARO (Sisca Dyah Nur Rohmah)

    24 Oktober 2017 kami mengadakan kegiatan di kampus UIN Malang dalam rangka Hari Santri. Sangat lucu bukan jika ditanya, “ katanya kampus islam, ada peringatan Hari Santri tapi tidak ada kegiatan”. Dalam tingkat Universitas pun UIN Malang tidak akan pernah lupa dalam melaksanakan perayaan – perayaan semacam ini. Orang yang baru mengenal UIN Malang mungkin yang berbicara hal sedemikian.  2 hari yang lalu, sebelum kami melaksanakan kegiatan ini, Kampus mengadakan upacara serentak bagi seluruh civitas akademik untuk mengikuti serangkain acara. Tidak hanya itu, di dalam kegiatan perkuliahan pun diharuskan mengenakan pakaian ala santri. Bersarung dan berkopyah bagi laki – laki, berpakaian muslimah bagi perempuan. Menarik bukan? Haha

      Perayaan Hari Santri kami laksanakan di Gedung B UIN malang. Tepatnya pukul 20.00 malam. Kami mengusung tema sarasehan dalam kegiatan tersebut. Diawali dengan lantunan sholawat dari pengurus IKAMARO yang selanjutnya di isi dengan berdiskusi bersama dengan seluruh keluarga IKAMARO. Kami turut mengundang demisioner IKAMARO untuk menjadi pemateri dalam kegiatan semalam (Sisca Diyah Nur Rohmah). Latar belakang beliau mungkin bukan di kategorikan menjadi santri, namun pengalaman – pengalaman beliau di dalam kampus lah yang kami rasa perlu untuk disalurkan kepada semua anggota.

       Hari santri, apa yang dimaksud santri sebenarnya?. Satu pertanyaan diberikan oleh beliau kepada semua anggota. Sahut – menyahut, saling beradu argumen antar anggota membuat kegiatan itu semakin menarik untuk di simak. Santri adalah seseorang yang selama ia muslim, dan mengamalkan semua ajaran islam sesuai dengan kaidah islam bisa juga dikatakan sebagai santri.” jawab pengurus Ikamaro (M. Rofi’i). 

     Ketua umum Ikamaro (M.Ainul Yaqin) juga turut menyuarakan pendapat pada diskusi malam itu, “awal mula kata santri di sebut ketika dulu Kh. Hasyim Asyari dengan para muridnya bersembunyi guna untuk berlindung dari perlawanan penjajahan.” 
            
Berikut adalah antusias anggota Ikamaro dalam mengikuti kegiatan diskusi semalam. closing statemen dari pemateri adalah, 
“ bawasanya semua orang yang beragama muslim dan berniat untuk berjihad demi kebaikan layak dikatakan sebagai santri. Selain itu, santri sebenarnya adalah seseorang yang mengamalkan ajaran islam dengan petunjuk dan arahan dari guru yang berpengalaman. Jadi meskipun anda semua sudah belajar banyak, jangan sampai untuk melupakan sesorang yang sudah memberikan arahan dan dampingan kepada kalian.”

    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar