Advertisement

PROGRAM IKAMARO YANG BERKELANJUTAN

PROGRAM IKAMARO YANG BERKELANJUTAN


Margomulyo-Tepatnya di desa Kalangan dusun Suryo. Disana IKAMARO pada tanggal 9-12 Januari 15 mengadakan kegiatan BAKSOS. Banyak pengalaman yang didapat disana. Dari awal persiapan pertama kita membicarakan tentang suku samin yang ada disana. Kita selalu penasaran dengan budaya suku samin yang ada di Bojonegoro ini. Saat kita melaksanakan ramah tamah dan pembukaan BAKSOS, kita baru sadar suku samin itu bukan hanya dalam satu desa tetapi budaya tersebut memang masih terselimut di beberapa lingkungan kecamatan Margomulyo. Tapi sebenarnya bukan itu yang menjadi ini dari tujuan BAKSOS tersebut. Setelah kami berbincang lama dengan Mantan kepala Dea Kalangann -Bapak Imam- yang sudah menjabat selama tiga periode tersebut, kami mendapatkan banyak informasi tentang masyarakat disana.

Dari perbincangan tersebut kami berdetak kagum dengan beliau yang sangat faham betul tentang masalah Teknologi Informasi lebih-lebih masalah jaringan. Beliau orang yang aktif di Dunia Maya yang memiliki berbagai akun sosial media. Tidak heran apabila pada jaman beliau desa tersebut maju dalam hal teknologinya. Di tempat yang sangat jauh dari sinyal operator seluler dan sangat terpencil di tengah hutan, beliau mampu mendirikan jaringan WIFI di desa tersebut. Oleh karena itu juga Desa kalangan menjadai terkenal dan dapat pujian dari Bupati Bojonegoro.

Terlepas dari pemimpin yang sudah melek teknologi. Bukan berati akan mudah menggerakkan masyarakatnya untuk semakin maju dalam mengembangkan ekonomi disana. Diceritakan pula bahwa tak cuman sekali Bapak Imam mengadakan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan dan mengembangkan sektor ekonomi di desa tersebut. Tetapi masalah memang masih sama dari awal sampai saat ini dan sangat mendasar, yakni Mindset dari masyarkat disana yang belum mampu berfikir ke depan untuk membuka peluang ekonomi disana. Dijelaskan Beliau bahwa masyarkat disana kesdarannya kurang dan masih latah dalam mengembangkan ekonominya. Selain itu mereka juga berfikir untuk mendapatkan sesuatu dengan insatan, produk yang sekiranya belum pernah dikembangkan dan lebih mahal makan di sebut produknya orang elite dan kurangnya kesinambungan dalam membimbingnya. Karena disebutkan sebenarnya hampir berhasil mengembangkan usaha, akan tetapi karena tidak ada pembimbingan berlanjutan jadi gagal berlanjut.

Dari permasalahan tersebut IKAMARO datang dan menawarkan pelatihan kewirausahaan (KWU). Kami mengadakan pelatihan jamur tiram yang di latih langsung oleh pengusaha jamur dari bojonegoro. Pelatih juga menawarkan bantuan apabila ada kesulitan dalam mengembangkan budidaya jamur. IKAMARO juga berkomitmen untuk membantu secara keberlanjutan program-program yang telah diadakan. Karena IKAMARO  suatu organisasi daerah yang sudah berkomitmen untuk mengamalkan ilmunya untuk kemajuan daerah dengan mengadakan acara BAKSOS setiap tanunya di berabgai daerah yang ada di Bojonegoro agar ilmu kita bermanfaat memajukan daerah yang semakin Matoh.

By: Oliec (M.Kholilurrohman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar