Advertisement

KAMARO DARI MASA KE MASA

Tokoh-tokoh pendiri IKAMARO
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada sang kholiq dzat yang mengetahui segala sesuatu yang tampak oleh mata ataupun yang tersembunyi. Yang telah memberi petunjuk dan kekuatan kepada kita semua.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada sang reformis sejati, sang tauladan kita beliau rosullullah muhammad saw, sebagai ungkapan cinta kita kepadanya.

Berikutnya ini merupakan histori ikatan mahasiswa bojonegoro (ikamaro) dari masa ke masa. Data diperoleh dari beberapa sumber dengan menggunakan metode wawancara maupun studi catatan. Jika ada hal yang perlu diluruskan, dengan senang hati kami akan mengislahnya.

Kepengurusan Kak Cholil (2000 - 2003)

Berawal dari niatan ingin menciptakan guyubnya perkumpulan mahasiswa dari bojonegoro di sekolah tinggi ilmu agama negeri (stain) malang, muncul ide membentuk perkumpulan. Akhirnya perkumpulan itu dinamakan ikatan mahasiswa bojonegoro (ikamaro). Ikamaro secara resmi didirikan pada tanggal 1 desember 2000. Dengan dinahkodai oleh kak cholil (baureno). Agenda ikamaro dibawah nahkoda kak cholil ini tidak banyak terekam.

Kepengurusan M. Dwi Cahyono (2003-2005)

Karena ikamaro pada tahun sebelumya ‘fakum’. Maka hal ini menyebabkan mahasiswa baru asal bojonegoro yang ada di ma’had merasa tidak ada sambutan seperti mahasiswa asal daerah lain yang sering dipanggil di indaroh (kantor red) untuk kumpul & ta’aruf oleh organisasi daerahnya.

Maka beberapa maba membentuk team kecil yg kemudian berinisiatif membentuk perkumpulan sendiri dengan mendata kemudian mengumpulkan maba asal bojonegoro yang masih di ma’had. Wal hasil berita ini didengar oleh kakak tingkat yang berasal dari bojonegoro, dan mendukung niatan mahasiswa baru tersebut, sekaligus menceritakan bahwa sebenarnya telah ada perkumpulannya namun fakum.

Akhirnya dilaksanakan pemilihan pengurus secara sederhana. Dan terpilihlah sdr. M.dwi cahyono (gedongarum-kanor) sebagai nahkoda kedua ikamaro saat itu. Periode kedua ini merupakan perintisan kembali pilar-pilar ikatan mahasiswa bojonegoro yang sedang studi di universitas islam indonesia-sudan (uiis)*nama pd waktu itu. Ini merupakan rekontruksi berat yang membutuhkan curahan tenaga, waktu dan pikiran bagi pengurus. Administrasi dan segala hal yang tiada jelas inventarisasinya sebagai penghambat serius.

Pengurus mengambil point central dalam seluruh kegiatannya bertujuan demi kesatuan, kebersamaan sesama anggota, karena kesatuan dalam tubuh dan rasa memiliki antar sesama adalah kunci dalam membangun pilar kekokohan dan kemajuan organisasi ini. Salah satu kegiatan untuk mewujudkan kebersamaan itu dilaksanakannya ta’aruf maba th.2003 di balaikambang, kemping di pandermen. Disamping itu melakukan baktisosial kepada orang fakir dan miskin (pemulung;jl.sunan kalijogo) sebagai tanggungjawab organisasi terhadap lingkungan sosial. Melakukan muhibbah ke sekolah di bojonegoro. Alhamdulillah sambutan dari mahasiswa baru maupun lama sangat luarbiasa.

Pendataan dan pencatatan seluruh dosen dan mahasiswa dari bojonegoro mulai dilakukan sebagai analisis swoot kekuatan organisasi. Disusun pula aturan-aturan organisai dari buku besar, keuangan, surat-menyurat, dan lain sebagainya.
Kepengurusan kedua ini kemudian melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan kepada sdr.ahmad ridwan sebagai nahkoda ke tiga dalam musyawarah tahunan pertama.

Kepengurusan Ahmad Ridwan (2005-2006)

Kepengurusan ikamaro pada periode ini memandang sangat perlunya sebuah tempat untuk sharing dan berbagai kegiatan bersama (baca; komisariat red) maka akhirnya berdirilah komisariat ikamaro yang pertamakalinya tepatnya, di kampung joyosuko.
Periode ini mengadakan gebrakan baksos dengan sasaran warga bojonegoro. Alhamdulillah baksos ini disambut dengan gembira yang luar biasa oleh warga desa kalangan-margomulyo. Selain kegiatan eksternal tersebut. Tidak kalah juga, gebrakan kegiatan di internal anggota sangat gencar. Halal bihalal dilaksanakan di bojonegoro, bersilaturrahim ke rumah dosen.

Kepengurusan Ahmad Mirza (2011-2012)

Setelah pada periode sebelumnya fakum, ikamaro kembali berbenah pada saat dipimpin oleh ahmad mirza, dengan gebrakan-gebrakan dan sistim managerial baru pada saat itu ikamaro kembali menunjukkan kiprahnya sebagai organisasi daerah yang maju.

Kegiatan taaruf, bakti sosial, pengobatan gratis, dan berbagai kegiatan lain dilakukan pada periode ini, periode ini adalah sebagai periode percontohan dan pondasi baru untuk periode selanjutnya.



Kepengurusan M Arif Mukhlisin (2012-2013)

Pada periode ini ikamaro semakin melebarkan sayapnya, pendataan mahasiswa baru gencar dilakukan pada periode ini, alhasil tercatat anggota ikamaro pada periode ini mencapai 100 anggota lebih dari berbagai jurusan yang ada di UIN MALIKI.

Kegiatan-kegiatan yang pada periode sebelumnya dianggap baikpun diistiqomahkan dan dibenahi segala kekurangannya. kegiatan bakti sosial, briefing di SMA/MA di Bojonegoro sanga aktif pada periode ini.

kaderisasi dengan pendekatan personal menjadi cara pengurus untuk mengaktifkan anggota, dan cara tersebut sangatlah efektif, terbukti pada kepengurusan ini IKAMARO bisa dipastikan mempunyai lebih banyak anggota aktif dibanding sebelum-sebelumnya.

Kepengurusan M Faidul Haq (2013-2014)

Kepengurusan m faidul haq atau akrab disapa mas dul, ikamaro semakin menunjukkan kemajuan, anggota-anggota ikamaropun tak lagi hanya selingkup bojonegoro saja, mahasiswa dari tuban dan lamongan-pun mulai merapatkan diri untuk menjadi anggota ikamaro.

Pada periode ini ikamaro juga mulai menggandeng berbagai instansi pemerintahan di bojonegoro, semakin tahun ikamaro semakin dikenal dibojonegoro khususnya dikalangan pemeriantahan.

Kegiatan diskusi mulai rutin diadakan, hubungan dengan ormada bojonegoro dikampus lainpun terjalin harmonis pada periode ini.

Kepengurusan Verdi Indra Satria (2014-sekarang)

Pada periode ini ikamaro semakin terdengar aungannya, eksistensi dari organisasi terus ditingkatkan, jika semula setiap koordinasi selalu diadakan di depan rektorat kampus, maka pada periode ini dari awal kepengurusan koordinasi diadakan di gedung perkuliahan dan bendera harus dikibarkan dengan pertimbangan bahwa orang lain harus tahu bahwa ikamaro ada dan bisa dicontoh oleh organisasi daerah lain.

Dengan semakin banyaknya anggota kepengurusan pada periode inipun memindahkan komisariat yang dulunya ada di kampung joyo suko ke kampung tlogomas, dikarenakan pada periode ini ikamaro butuh ruangan yang besar dan luas untuk tempat berkumpulnya anggota.

Menekankan pada kenyamanan anggota, pada periode ini sering sekali diadakan kegiatan-kegiatannon formal, seperti futsal, jalan-jalan kepantai, ketempat rekreasi, semua dilakukan untuk meningkatkan keakraban dan kekeluargaan antar anggota ikamaro.

Pembenahan  diberbagai lini pun terus dilakukan, mulai administrasi, pengelolaan, sistim organisasi, dan lain-lain.  Integrasi antara organisasi dengan teknologipun digencarkan pada periode ini, mulai dari facebook, twitter, dan bahkan website resmi pun dibuat untuk sarana komunikasi dan informasi organisasi, mengingat pada tahun kepengurusan periode ini dunia sedang demam media sosial, dan ikamaro-pun tak mau tertinggal oleh kemajuan teknologi.

Yang jelas dari tahun ketahun ikamaro semakin menunjukkan kemajuan yang positif, semua berkat keikhlasan dan ketulusan anggota untuk mengabdi. Selain itu saat ini banyak yang sudah tersadarkan bahwa konribusi dan ilmu mereka sangat ditunggu didaerah dimana mereka dididik dan dilahirkan.


3 komentar:

  1. JANGAN MANDEK:
    Kendala yang sering terjadi dalam pembuatan sebuah web terletak pada estafet admin satu periode kepada periode berikutnya. MUMPUNG saat ini masih generasi pertama dalam web ini, PESAN saya "Antisipasi kendala di atas dengan pembinaan berkesinambungan" yang kedua "Alokasikan dana untuk mengatur web ini meskipun hanya untuk biasa coneksi internet bagi adminnya". Salam www.dwicy.blogspot.com

    BalasHapus
  2. siaaapp bapak pembina..terimakasih atas sarannya...hehehe
    saran bpk slalu kami butuhkan untuk kemajuan ikamaro...

    BalasHapus
  3. Loh Kok ketua Ikamaro atasnya Moch. Mirza S.E kok tidak dicantumkan ya kan ada itu mas Munif sama mas nafi'
    NB : Tulisan Judul kurang "i" dan Namanya Mirza Bukan Ahmad Mirza

    Salam

    Sahabatnya Ketua Ikamaro Mirz

    BalasHapus